PEKANBARU, SUDUTRIAU.COM – Dilansir dari rilis resmi UNESCO, Yayasan Guru Belajar dari Indonesia terpilih sebagai salah satu dari tiga laureat Penghargaan UNESCO-Hamdan untuk Pengembangan Guru edisi kesembilan. Penghargaan ini diumumkan dalam perayaan Hari Guru Sedunia di Markas UNESCO, Paris, pada 5 Oktober 2026.
Dua laureat lainnya adalah Gondar College of Teachers’ Education dari Etiopia dan Teachers’ Academy Foundation (ÖRAV) dari Türkiye. Masing-masing laureat menerima US$100.000 untuk melanjutkan programnya.
Program kepemimpinan guru kolektif dari Indonesia
Yayasan Guru Belajar dianugerahi penghargaan atas programnya yang bernama Collective Teacher Leadership Development Programme. Program ini membantu guru mengubah perbaikan di kelas masing-masing menjadi perubahan pendidikan yang lebih luas melalui komunitas profesional.
Program tersebut menawarkan tiga tahap kepemimpinan. Tahap pertama memperkuat praktik mengajar individu. Tahap kedua memperluas pengaruh guru hingga melampaui ruang kelas. Tahap ketiga memimpin kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha untuk prioritas pendidikan setempat.
Menurut UNESCO, sejak 2021 lebih dari 61.000 guru telah terlibat dalam program ini dan lebih dari 20.000 di antaranya telah menyelesaikan modul dasarnya. Program ini telah mendokumentasikan 866 guru yang dampaknya melampaui ruang kelas, sementara sekitar 20 guru telah melangkah memimpin kolaborasi lintas sektor di wilayahnya.
Dua laureat lainnya
Dari Etiopia, Gondar College of Teachers’ Education dikenal lewat inisiatif Maker-Teachers. Inisiatif ini menjawab keterbatasan bahan belajar yang terjangkau dan sesuai bahasa serta konteks lokal bagi pendidikan anak usia dini. Pendidik guru, calon guru, dan perajin lokal bersama-sama merancang dan memproduksi perangkat belajar berbasis Montessori yang selaras dengan kurikulum nasional pendidikan anak usia dini. Menurut UNESCO, inisiatif ini telah menjangkau 98 sekolah klaster dan lebih dari 15.000 peserta didik prasekolah.
Dari Türkiye, Teachers’ Academy Foundation (ÖRAV) dikenal lewat ÖRAV Education Festival, sebuah ruang belajar gratis tempat guru berbagi pengalaman kelas, memimpin lokakarya, dan belajar satu sama lain. Sejak 2015, festival ini telah menjangkau 38.934 guru melalui 1.700 lokakarya, termasuk 14.908 peserta pada 2025.
Tentang penghargaan
Penghargaan UNESCO-Hamdan untuk Pengembangan Guru didirikan pada 2008 dengan dukungan Hamdan Bin Rashid Al Maktoum Foundation for Medical and Educational Sciences. Penghargaan ini diberikan setiap dua tahun dan mencerminkan komitmen UNESCO terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4, yakni memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata bagi semua.
Perayaan Hari Guru Sedunia 2026 mengusung tema yang menyoroti 60 tahun Rekomendasi ILO/UNESCO tentang Status Guru (1966), yang selama ini memandu kebijakan mengenai profesi guru dan kini sedang direvisi untuk menjawab perubahan profesi tersebut.
Sumber: UNESCO, “Innovative teacher development initiatives from Ethiopia, Indonesia and Türkiye win 2026 UNESCO-Hamdan Prize”, 8 Oktober 2026 (diperbarui 9 Oktober 2026). Diakses 16 Oktober 2026. https://www.unesco.org/en/articles/innovative-teacher-development-initiatives-ethiopia-indonesia-and-turkiye-win-2026-unesco-hamdan



Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!