Catatan Redaksi 15 Oktober 2026: Artikel ini telah diverifikasi dan ditulis ulang. Versi sebelumnya diterbitkan tanpa sumber terverifikasi.
Pada tahap awal, Minggu 6 September 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara lima bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dilansir dari KoranKota, kelima bandara itu adalah Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Pondok Cabe, serta Bandara Budiarto Curug di Tangerang.
Setelah pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik, sehingga jumlah bandara yang dihentikan operasionalnya menjadi enam. Penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB dengan total delapan bandara, ditambah Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Dampak gangguan itu besar. Seperti dikutip dari KoranKota, sebanyak 1.558 penerbangan tertunda dan sekitar 170.000 penumpang terdampak. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja, tercatat 963 penerbangan terdampak berdasarkan pembaruan monitoring Minggu pukul 17.06 WIB, terdiri atas 453 penerbangan kedatangan dan 510 keberangkatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keputusan penutupan diambil setelah pemantauan pergerakan abu vulkanik dan kondisi angin berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan angin bergerak ke arah timur berkecepatan 5 knot pada ketinggian 15.000 kaki.
Untuk pengalihan rute, pemerintah menyiapkan bandara alternatif bagi maskapai, antara lain Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara YIA, serta bandara di Semarang dan Solo. Penumpang yang dialihkan ke bandara alternatif disiapkan konektivitas lanjutan melalui transportasi darat, termasuk bus dan kereta api, secara gratis melalui InJourney bersama Angkasa Pura dan maskapai.
Kemenhub juga memastikan penumpang penerbangan yang dibatalkan berhak atas pengembalian dana tiket sebesar 100 persen. Seperti dikutip dari Antara melalui Periskop, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menegaskan penumpang tidak akan menanggung kerugian biaya tiket akibat pembatalan karena faktor keselamatan penerbangan. Penutupan dilakukan karena abu vulkanik membahayakan keselamatan penerbangan, terutama terhadap kinerja mesin pesawat dan komponen penerbangan.
Sumber:
- KoranKota — Enam Bandara Ditutup Imbas Abu Anak Krakatau, Pemerintah Mulai Hitung Kerugian (diakses 15 Oktober 2026).
- KoranKota — Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 1.558 Flight Tertunda (diakses 15 Oktober 2026).
- Periskop (mengutip Antara) — Penerbangan Batal Imbas Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Refund Tiket 100% (diakses 15 Oktober 2026).



Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!