Friday, 6 November 2026
Ruang Cerita, Inspirasi & Gaya
Tren Pencarian Terkini
Gunung Anak Krakatau Prabowo Subianto Harga Emas Hari Ini Bandara Soekarno Hatta BMKG Gempa Timnas Indonesia
Bagikan
Komentar
Living Assistance

Pelatihan Pembina PMR Inhil 2026 Ditutup, Pembina Didorong Perkuat Karakter dan Jiwa Kemanusiaan

SM
Sari Melati Putri Tim Redaksi Sudutriau • Lihat Profil ▾
Friday, 16 October 2026, 01:42 WIB
Pelatihan Pembina PMR Inhil 2026 Ditutup, Pembina Didorong Perkuat Karakter dan Jiwa Kemanusiaan
Ilustrasi: Anggota Palang Merah Remaja (PMR) berbaris dalam formasi saat upacara pelantikan dan pengukuhan PMR di SMPN 245 Jakarta, 19 Januari 2025. Foto ini BUKAN dokumentasi penutupan Pelatihan Pembina PMR Inhil 2026 di Tembilahan. | Sumber: Jannatan A.F via Wikimedia Commons | Lisensi: CC BY-SA 4.0

Dilansir dari situs resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Setda Inhil), Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti Herman, menutup Pelatihan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Inhil Tahun 2026 di Aula Hotel Tembilahan Pratama, Tembilahan, pada Kamis (15/10/2026) siang.

Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Ketua PMI Inhil, dilanjutkan penyerahan sertifikat kepada para peserta. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PMI Kabupaten Inhil, para fasilitator, Kepala Unit Donor Darah (UDD), Kepala Markas, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta pelatihan pembina PMR.

Dalam sambutannya, Katerina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pelatih, serta peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan selama enam hari dengan penuh disiplin, semangat, dan dedikasi.

Ia menegaskan bahwa PMR merupakan salah satu aset penting PMI dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan sekaligus menyiapkan generasi relawan masa depan. Karena itu, keberhasilan pembinaan anggota PMR di sekolah sangat bergantung pada peran pembina dalam membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.

Melalui pelatihan ini, para pembina diharapkan memiliki pemahaman kepalangmerahan yang komprehensif, mampu menerapkan metode pembinaan yang partisipatif dan menyenangkan sesuai tingkatan PMR Mula, Madya, dan Wira, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pembina.

Katerina juga berpesan agar para pembina menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing dengan menjadikan PMR sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan yang berintegritas, empati, solidaritas kemanusiaan, pola hidup sehat, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Jadikanlah PMR di sekolah bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan laboratorium kehidupan bagi peserta didik untuk belajar tentang kepemimpinan, empati, solidaritas kemanusiaan, pola hidup sehat, dan kesiapsiagaan bencana,” pesannya.

Ia berharap para pembina PMR dapat menjadi pendamping sekaligus inspirasi bagi peserta didik dalam menumbuhkan semangat kepedulian, jiwa sukarela, dan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.

Sumber

  • Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, “Tutup Pelatihan Pembina PMR Inhil 2026, Katerina Susanti Herman Dorong Penguatan Karakter dan Jiwa Kemanusiaan”, 15 Oktober 2026, diakses 16 Oktober 2026: setda.inhilkab.go.id
Bahas Berita Ini Bersama SARAH AI ASISTEN
Sudutriau Artificial Intelligence

Punya pertanyaan seputar isu di berita ini? Klik salah satu topik cepat atau ketik pertanyaan Anda:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait