Thursday, 5 November 2026
Ruang Cerita, Inspirasi & Gaya
Tren Pencarian Terkini
Gunung Anak Krakatau Prabowo Subianto Harga Emas Hari Ini Bandara Soekarno Hatta BMKG Gempa Timnas Indonesia
Bagikan
Komentar
Living Assistance

Bodi Mobil Terkena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Dilap: Ini Cara Cuci yang Benar

IP
Intan Permata Sari Tim Redaksi Sudutriau • Lihat Profil ▾
Sunday, 6 September 2026, 08:00 WIB
Bodi Mobil Terkena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Dilap: Ini Cara Cuci yang Benar
Ilustrasi: Pencucian mobil. | Sumber: Wikimedia Commons / Juan Emilio Prades Bel | Lisensi: CC BY 4.0

Catatan Redaksi 15 Oktober 2026: Artikel ini telah diverifikasi dan ditulis ulang. Versi sebelumnya diterbitkan tanpa sumber terverifikasi.

Abu vulkanik bukan debu biasa. Abu terdiri dari partikel batuan dan kaca vulkanik yang tajam dan bergerigi, sehingga dapat menggores permukaan. Seperti dikutip dari United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik dapat menyusup ke hampir semua celah serta menggores atau mengikis sebagian besar permukaan, terutama di antara komponen kendaraan yang bergerak.

Karena itu, jangan mengelap bodi atau kaca mobil yang berabu dalam kondisi kering — baik dengan kemoceng, lap kering, maupun kain. USGS menegaskan, menyikat abu dari mobil dapat menyebabkan goresan, dan abu yang terjepit di antara kaca depan dan bilah wiper akan menggores serta menandai kaca secara permanen. Panduan USGS menganjurkan: cuci kaca depan, permukaan cat, dan permukaan logam dengan air, bukan dilap, untuk menghindari kerusakan abrasi, dan hindari memakai wiper pada kaca yang masih berabu kering.

Cara cuci yang benar, dirangkum dari panduan USGS dan Autodeal: pertama, bilas seluruh bodi dengan air mengalir — selang taman atau pressure washer pada setelan terendah — dan biarkan volume air mengangkat abu tanpa digosok. Kedua, setelah abu terbilas, cuci dengan sampo mobil yang diaplikasikan secara lembut dan merata; sampo membantu menetralkan asam dari partikel abu. Ketiga, bilas kembali hingga bersih dan periksa lubang drainase kendaraan, karena abu dapat menyumbatnya. Keempat, jangan mengemudi kecuali terpaksa; bila harus, berjalanlah pelan, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman dari kendaraan di depan.

Untuk perawatan lanjutan, USGS menyarankan mengganti oli dan filter udara lebih sering, serta memeriksakan rem dan komponen hidrolik, karena abu mempercepat keausan. Korosi pada cat dan fitting eksterior juga dapat terjadi di area yang lama bersentuhan dengan abu. Bila cat sudah tergores atau terkorosi, serahkan penanganannya kepada bengkel yang kompeten.

Sumber:

Bahas Berita Ini Bersama SARAH AI ASISTEN
Sudutriau Artificial Intelligence

Punya pertanyaan seputar isu di berita ini? Klik salah satu topik cepat atau ketik pertanyaan Anda:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait