Friday, 6 November 2026
Ruang Cerita, Inspirasi & Gaya
Tren Pencarian Terkini
Gunung Anak Krakatau Prabowo Subianto Harga Emas Hari Ini Bandara Soekarno Hatta BMKG Gempa Timnas Indonesia
Bagikan
Komentar
Living Assistance

Prabowo Lantik Kepala BNPB dan Pimpinan BPGMN, Karhutla Jadi Fokus Utama

AW
Andi Wijaya Kusuma Tim Redaksi Sudutriau • Lihat Profil ▾
Friday, 16 October 2026, 01:40 WIB
Prabowo Lantik Kepala BNPB dan Pimpinan BPGMN, Karhutla Jadi Fokus Utama
Ilustrasi: Istana Negara, Jakarta, 2023. Foto ini BUKAN dokumentasi pelantikan 15 Oktober 2026. | Sumber: DPRD Kabupaten Indramayu via Wikimedia Commons | Lisensi: Domain Publik

Dilansir dari rilis resmi Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Presiden Prabowo Subianto melantik tiga pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Ketiganya adalah Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), serta Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN.

Pengangkatan Kristomei didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPB. Sementara itu, pengangkatan Satyawan dan Sriyanto didasarkan pada Keppres Nomor 43/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BPGMN. Kedua keppres tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, lalu pemberian ucapan selamat yang diawali Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, kemudian diikuti para undangan.

Kepala BNPB: kolaborasi dan respons cepat

Usai dilantik, Kristomei menegaskan komitmennya memperkuat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut bencana yang dihadapi saat ini meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga erupsi gunung berapi, sehingga penanganannya menuntut langkah cepat dan terpadu.

Prinsip kerjanya, kata dia, adalah “kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi”. Ia menekankan sinergi seluruh unsur — kementerian dan lembaga, TNI, Polri, serta masyarakat — termasuk sinkronisasi aturan antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi dengan lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), juga menjadi bagian dari langkah awalnya.

Sebagai langkah awal, Kristomei menyebut akan melakukan konsolidasi internal untuk mempelajari sekaligus menggerakkan penanganan bencana agar berjalan cepat dan optimal. Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa pelantikannya diawali kenaikan pangkat dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal.

Kepala BPGMN: tekan karhutla, pulihkan gambut

Satyawan menegaskan pengelolaan gambut menjadi salah satu fokus utama BPGMN, terutama untuk menekan karhutla yang berulang saat musim kemarau panjang. Ia menyebut arahan Presiden Prabowo sebagai landasan BPGMN memperkuat pengelolaan gambut dan mengurangi risiko kebakaran, agar kebakaran tidak mengganggu kehidupan masyarakat maupun kesehatan.

Selain pengelolaan gambut, BPGMN juga bertugas melindungi ekosistem mangrove, mengurangi deforestasi, serta memulihkan ekosistem gambut dan mangrove yang mengalami kebakaran maupun kerusakan.

Dalam pelaksanaannya, Satyawan menekankan dukungan sains dan teknologi, termasuk pemodelan untuk mengetahui kondisi kekeringan serta pemetaan risiko kebakaran. BPGMN akan melibatkan kelompok ahli dari berbagai bidang — hidrologi, revegetasi gambut, sosial ekonomi, hingga mangrove.

Satyawan menyampaikan target yang diharapkan adalah penurunan secara bertahap: lahan yang dulu terbakar dan berulang terbakar diharapkan tidak lagi terbakar. Ia menyebut ada sekitar 500 lebih Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang akan dipetakan.

Wakil Kepala BPGMN: deteksi dini dan kolaborasi

Wakil Kepala BPGMN Sriyanto menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menangani karhutla, karena BPGMN merupakan salah satu dari sekian entitas yang terlibat dalam upaya tersebut.

Ia juga menekankan kemampuan mendeteksi dan mengidentifikasi permasalahan secara dini, dilanjutkan analisis korelasi dan proyeksi untuk menentukan langkah penanganan. Salah satu indikator yang perlu dipantau adalah permukaan air gambut: jika sudah kurang dari 40 sentimeter, penanganan harus segera dilakukan.

Agenda para pejabat baru tersebut bersinggungan langsung dengan karhutla dan gambut — dua isu yang juga dihadapi Riau pada musim kemarau.

Sumber

  • Kementerian Sekretariat Negara, “Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB serta Kepala dan Wakil Kepala BPGMN”, 15 Oktober 2026, diakses 16 Oktober 2026: setneg.go.id
  • Kementerian Sekretariat Negara, “Usai Dilantik, Kepala BNPB Prioritaskan Kolaborasi dan Respons Cepat Penanganan Bencana”, 15 Oktober 2026, diakses 16 Oktober 2026: setneg.go.id
  • Kementerian Sekretariat Negara, “Usai Dilantik, Kepala BPGMN Tegaskan Fokus Tekan Karhutla dan Pulihkan Ekosistem Gambut”, 15 Oktober 2026, diakses 16 Oktober 2026: setneg.go.id
Bahas Berita Ini Bersama SARAH AI ASISTEN
Sudutriau Artificial Intelligence

Punya pertanyaan seputar isu di berita ini? Klik salah satu topik cepat atau ketik pertanyaan Anda:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait